Reforma Agraria dan Transisi Agraria

0
628
Sumber: Rohit Madan, Rural-Urban Frontiers (madanr.wordpress.com)

Tulisan Kawan Bosman dalam Literasi.co (25/09/2018) sungguh menarik. Karena tulisan itu mencoba membuka kembali diskusi tentang reforma agraria (RA) dalam konteks transisi agraria (agrarian transition). Di Indonesia saat ini sudah sangat jarang RA diperbincangkan dalam konteks transisi agraria, bahkan mungkin sudah ditinggalkan. Di tengah hingar-bingar politik dan keriuhan promosi “pelaksanaan program yang disebut sebagai RA”, diskusi-diskusi dan pembahasan RA lebih banyak berpusar pada aspek teknis, kelembagaan, dan dasar-dasar hukum pelaksanaannya. Paling jauh membahas signifikansi program ini dari sudut pandang “keharusan” etis dan politisnya.

Esai panjang ini ingin berkomentar dan menambahkan beberapa detail atas beberapa isu yang ditekankan Kawan Bosman dalam tulisannya tersebut. Pada intinya, tulisan tersebut mengajak kita untuk “mengembalikan” wacana tentang RA/LR dalam konteks transisi agraria dan perlakuan-perlakuan terhadap sektor pertanian dan kaum tani di tengah transisi tersebut, serta membaca kecenderungan-kecenderungan pengaturan ulang penguasaan tanah – baik di pedesaan maupun perkotaan – yang sangat gencar dilakukan saat ini.

Unduh dan baca lebih lanjut Dianto Bachriadi, “Reforma Agraria dan Transisi Agria”.