Kelas Intensif SAK 2019 Selesai, Satu Rangkaian telah Terlewati

0
355
©Dokumentasi SAK 2019

Kelas intensif pada Sekolah Agraria Kritis (SAK) 2019 telah dilaksanakan pada 19-29 November 2019 di Gedung Cisral UNPAD dan Sekretariat ARC, Bandung. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama 10 hari tersebut terdiri dari diskusi dan materi (4 hari), review abstrak penelitian peserta (2 hari), serta penyusunan dan pembahasan disain penelitian (4 hari). Sesuai dengan khasnya, kelas intensif SAK membahas persoalan agraria terkini secara kritis dengan tema tertentu. Tema yang diangkat pada SAK 2019 yakni Perubahan Agraria Abad 21 dan ‘Sawit Rakyat’ Berkelanjutan di Indonesia. Kelas intensif diikuti oleh 20-25 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, serta dihadiri oleh para ahli agraria mancanegara sebagai narasumber. Berikut susunan materi beserta narasumbernya:

Setiap harinya, kelas intensif terbagi dalam 2-3 sesi: (1) Diskusi yang dipantik oleh dua hingga tiga peserta pelatihan sesuai dengan topik yang hendak dibahas, (2) pembahasan poin-poin diskusi di sesi sebelumnya dan pemaparan materi dari narasumber, (3) Sesi wrapping up bersama tim ahli, sebagai sesi tambahan jika sekiranya masih terdapat poin-poin yang dirasa belum clear pada sesi-sesi sebelumnya. Meskipun materi yang dibahas cukup banyak serta waktu pelaksanaannya yang padat, namun peserta SAK 2019 dapat mengikuti kelas dengan baik dan aktif. Berdasarkan penuturan beberapa narasumber yang memberi materi di kelas intensif SAK 2109, keaktifan peserta ini lah yang memberikan energi tambahan bagi narasumber, juga meninggalkan kesan yang menyenangkan bagi mereka. Mengusahakan untuk membaca dan meng-kritisi setiap bahan bacaan yang telah diberikan oleh penyelenggara, diikuti oleh bekal pengalaman empirik peserta, juga didukung oleh kapasitas narasumber, merupakan beberapa faktor yang membuat kelas tersebut berjalan seru dan menarik.

Selain pertemuan dan diskusi intensif di kelas, pada struktur pelaksanaan SAK 2019 juga terdapat penelitian lapangan, penulisan karya ilmiah dan publikasi, serta penyusunan Policy Brief. Pada SAK tahun ini, dari 20an peserta yang mengikuti kelas intensif, penyelenggara meloloskan tujuh orang yang berkesempatan untuk melakukan penelitian lapangan selama 2-3 bulan (Desember-Februari) dan mendapatkan pendampingan dari para ahli hingga tahap penyelesaian tulisan/artikel ilmiah hasil penelitian yang dilaksanakan pada pertengahan Maret 2020. Berikut daftar nama peserta terpilih beserta topik penelitiannya: