Ngobrol Santai dan Diskusi Tipis-Tipis Tentang Produksi Pengetahuan, Indigeneity, dan Kemungkinan-Kemungkinan dalam Perjuangan Commoning
Produksi pengetahuan, gagasan mengenai adat dan indigeneity, serta kemungkinan yang terbuka dalam perjuangan untuk mempertahankan dan membangun relasi commons di Indonesia: kelindan ketiganya menjadi “bahan pikiran” kami di ARC.
Kita menyaksikan bahwa gempuran komodifikasi alam dan pencaplokan tanah membuat kehidupan orang banyak semakin terpuruk, terutama di kalangan akar rumput perdesaan. Dengan perhatian kami pada pengembangan gagasan dan praktik transformatif perdesaan di Indonesia, kami percaya perlawanan terhadap komodifikasi dapat ditempuh lewat “commoning”, yaitu membangun dan menegakkan “the commons”: relasi penguasaan sumber daya yang dijalankan bersama.
Salah satu kekuatan yang kerap disebut dapat membuka jalan bagi “commoning” adalah indigeneity, atau ke-adat-an. Namun, pada saat yang sama, indigeneity mendayung di antara dua karang: reifikasi yang dapat mengaburkan relasi eksploitatif di dalam masyarakat itu sendiri, dan asimilasi yang berarti menyerah kepada kekuatan kapital. Apa yang dapat dilakukan produksi pengetahuan untuk menerangi jalan ke depan, dan bagaimana hal itu sebaiknya dijalankan?
“Bahan pikiran” itulah yang akan menjadi tema “diskusi tipis” kami bersama Profesor Diana Suhardiman pada Rabu, 14 Oktober 2026. Beliau adalah Direktur KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies) sekaligus Professor of Natural Resource Governance, Climate and Equity at Cultural Anthropology and Development Sociology, Leiden University. Cakupan penelitiannya amat luas dan erat terkait dengan persoalan yang hendak kami jelajahi, mulai dari pengaturan penguasaan lahan dan pencaplokan lahan hingga tata kelola lingkungan dan pengetahuan lokal.
📅 Rabu, 14 Oktober 2026
⏰ 18.30 — Selesai
📍 Perpustakaan Agrarian Resource Center, Jl. Ski Air No. 20 Arcamanik, Kota Bandung


