Dalih Pembangunan untuk Rakyat

0
931

STUDI KASUS PEMBANGUNAN WADUK JATIGEDE DI KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT

Lina Marina, Rahmi Indriyani, Hilma Safitri

Mitos bahwa terus meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi berdampak setara dengan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat digambarkan dalam kasus pembangunan waduk Jatigede. Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sejak direncanakannya tahun 1960-an, proyek ini memang ditujukan untuk menunjang pembangunan pertanian nasional. Untuk itu, langkah penting yang harus ditempuh adalah melakukan upaya-upaya agar sektor pertanian Indonesia terus maju. Walaupun demikian, sektor yang dipenuhi oleh kelompok-kelompok orang di pedesaan ini, khususnya mereka yang bertani, tidak dijadikan elemen penting didalam prosesnya, termasuk didalam proses pembangunan waduk Jatigede.

Melihat kasus pembangunan waduk Jatigede ini, dalih-dalih pembangunan untuk meyakinkan masyarakat kerap dilakukan. Salah satunya adalah warga dipaksa untuk menyetujui inisiatif pembangunan ini dengan tanpa alasan penolakan, dan hal ini juga diikuti dengan tindakan-tindakan manipulasi yang mengatasnamakan warga. Kasus ini, khususnya yang dialami oleh warga Jatigede, menjelaskan bahwa konsep pembangunan yang terus dikembangkan di Indonesia, yang merentang dari rejim ke rejim ini, sejak rejim Soekarno, rejim Soeharto, dan rejim-rejim pasca Reformasi 1998, tidak ada perubahan watak. Rakyat hanya ditempatkan sebagai salah satu komponen pembangunan, bukan sebagai target pembangunan itu sendiri, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan. Hal ini terjadi sejak pada masa persiapan dan kecenderungannya di masa datang pasca diresmikannya waduk ini pada bulan Agustus 2015 lalu.

Artikel lengkap dapat diunduh di Dalih Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat