Sungai sebagai Proyek: Proses Komodifikasi Aliran Sungai Citarum

0
514
© Bisnis.com

Sungai Citarum merupakan tubuh utama dari jalur air yang mengalir sepanjang ±297 km dari Dataran Tinggi Bandung, tepatnya di lereng Gunung Wayang, ke dataran rendah di Pantai Utara Jawa Barat. Sebelum mengalir ke dataran rendah Jawa Barat utara, air Sungai Citarum tertahan di Waduk Jatiluhur, Cirata, dan Saguling. Air yang tertahan oleh tiga waduk tersebut, selain digunakan untuk membudidayakan ikan, dipakai untuk memproduksi listrik dengan kapasitas 1.880 MW. Listrik dari ketiga waduk tersebut kini menjadi salah satu penopang utama penyediaan listrik Pulau Jawa dan Pulau Bali (Yoshida dkk 2013).

Selain listrik, air dari Waduk Jatiluhur juga digunakan untuk mengaliri irigasi pertanian di wilayah yang merentang dari Kota Bekasi hingga Kabupaten Indramayu. DKI Jakarta sendiri menggantungkan 80% kebutuhan airnya dari aliran Sungai Citarum, yang dialirkan dari Waduk Jatiluhur melalui Kalimalang yang melewati wilayah Purwakarta, Karawang, dan Bekasi, serta beberapa kawasan industri. Sungai-sungai di wilayah hulu Citarum juga dilihat sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan DMI Metropolitan Bandung Raya yang diproyeksikan mencapai 105.000 l/det di tahun 2030 (WJP-MDM 2013).

Sungai Citarum dalam sejarahnya sebagai komoditas memiliki kegunaan yang terus berubah, berkesesuaian dengan dinamika akumulasi kapital yang terjadi sejak permulaan abad ke-20. Pada mulanya, akumulasi kapital yang beroperasi di atas Sungai Citarum terpisah secara geografis antara bagian hulu (di Dataran Tinggi Bandung) dan hilir (Pantai Utara Jawa Barat). Selanjutnya, melalui fixed capital, pembentukan krisis atas Sungai Citarum, privatisasi dan pemberian negara, akumulasi kapital mulai menyelimuti ‘seluruh Sungai Citarum’ (Harvey 2004; 2006). Tulisan ini berupaya menjabarkan proses sejarah yang mengikat Sungai Citarum dalam memproduksi komoditas untuk akumulasi melalui produksi nilai lebih.

Unduh dan baca lebih lanjut kertas kerja Izzudin Prawiranegara, “Sungai sebagai Proyek: Proses Komodifikasi Aliran Sungai Citarum”, yang merupakan bagian dari proyek penelitian “Ekonomi-Politik Proyek Citarum Harum (2019-2021)”.