Resensi Buku: Negara Agraris yang Kehilangan Tanah untuk Petaninya
Resensi buku Enam Dekade Ketimpangan tulisan Yoan Aditya (seorang mahasiswa Ilmu Politik Universitas Padjadjaran UNPAD sekaligus alumni TPSA tahun 2025) baru dimuat di Bandung Bergerak dengan judul “Resensi Buku: Negara Agraris yang Kehilangan Tanah untuk Petaninya”. Yoan mencoba mengaitkan temuan buku tersebut dengan pengalaman pribadinya sebagai anak petani kopi di Lampung, Sumatera Selatan. Ia menyadari bahwa kesulitan ekonomi petani bukan semata-mata disebabkan oleh musim atau produktivitas tetapi juga oleh masalah struktural berupa ketimpangan penguasaan lahan. Sebagai solusi, resensi ini menekankan pentingnya program politik Reforma Agraria yang bertujuan untuk merombak struktur penguasaan tanah. Hal ini penting guna mampu menciptakan dasar yang kuat dan stabil untuk pembangunan ekonomi nasional.
Ditutup dengan peribahasa yang menarik oleh penulis: “tak perlu jauh-jauh membahas semut di seberang lautan nan-jauh, ada baiknya selesaikan lebih dahulu gajah di pelupuk mata”.
Lebih lengkapnya baca di sini
Baca juga tulisan lain kami tentang Reforma Agraria:
“Sertifikasi di Lahan Pendudukan: Praktek Reforma Agraria di Garut Selatan, Jawa Barat”.
“Refroma Agraria untuk Indonesia (Kritik atas Reforma Agraria àla SBY)”.
“Jalan Lain Penyelesaian Konflik Agraria: KNuPK”.
“Penantian Panjang Tak Kunjung Usai: Reforma Agraria Setelah Satu Dasawarsa Reformasi”.

