Get In Touch

Seri Diskusi Batjaan Liar #14 Masyarakat Asiatik dan Despotisme Ketimuran

Mengapa masyarakat-masyarakat di luar Eropa tidak mengenal kepemilikan pribadi sehingga corak produksi kapitalisme tidak muncul “dengan sendirinya”? Mengapa pemerintahan di Asia prakapitalis dicirikan oleh negara yang lebih kuat dan sentralistik dibanding Eropa feodal? Apakah masyarakat prakapitalis di Asia bisa disebut feodal? Seperti apa mekanisme apropriasi surplus di masyarakat tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah isi pembahasan teori Asiatic Mode of Production (AMP) atau Corak Produksi Asiatik yang merupakan gagasan Marx terhadap keadaan masyarakat “Timur”. Gagasan tersebut muncul dalam karya-karya Marx sebagai upaya memecahkan teka-teki perkembangan (atau ketiadaan perkembangan) corak produksi di masyarakat “Asiatik”.

Marx sendiri tidak sempat membuat penjelasan teoretis yang lengkap tentang AMP. Adalah seorang Karl A. Wittfogel, melalui karyanya yang berjudul Oriental Despotism: A comparative Study of Total Power yang menawarkan terobosan dan menghidupkan kembali perdebatan mengenai AMP.

Melalui gagasan Engels dan Marx yang melihat perkembangan organisasi sosial dan politik suatu masyarakat sebagai respon masyarakat terhadap kondisi lingkungannya, ia membuat kajian komparatif terhadap masyarakat dan negara “Asiatik”. Argumen utamanya adalah bahwa kekuasaan despotik lahir dari kontrol negara atas air dan pengairan sehingga memunculkan apa yang ia sebut sebagai “masyarakat hidrolik.” Sederhananya, bagi Wittfogel, proyek-proyek irigasi dan pekerjaan umum adalah sarana utama negara untuk mengamankan syarat-syarat reproduksinya.

AMP dan “Despotisme Oriental” telah menjadi arena perdebatan intelektual dan juga politik. Pemikiran-pemikiran tersebut telah dianggap sebagai terobosan dalam menganalisis perkembangan masyarakat dan kebudayaan di satu sisi dan juga sebagai penyimpangan yang ditulis sebagai senjata politik yang berbahaya—alih-alih kerangka analisis—yang buta terhadap perjuangan kelas. Bagaimanapun, karya Wittfogel dan perdebatan AMP telah membuka peluang untuk memeriksa ulang keragaman transisi dari prakapitalisme ke kapitalisme serta kekhasan perkembangan kapitalisme pada berbagai negara-bangsa modern.

Simak selengkapnya pada:
Seri Diskusi Batjaan Liar #13
Jumat, 17 April pukul 15.30
Luring dan Daring