Program Agraria Indonesia 60’an dan Relevansinya Kini

0
623
kredit foto: http://www.landreformfutures.org/

Pada sesi-sesi diskusi sebelumnya  berulang-berulang membahas tentang Jerman dan Rusia karena debat agraria pada awalnya berkembang diantara para pemikir Marxist di kedua negara tersebut. Karena perdebatan ini berlangsung diantara para pemikir marxist maka keywords yang paling penting  adalah massa yang bisa diorganisir untuk revolusi sosial. Perdebatan agraria bermula dari perdebatan politik para politisi marxist di Jerman dan Rusia untuk melihat apakah petani ini penting sebagai massa terorganisir dalam proses revolusi sosial dan bagaimana memperlakukan kelompok petani ini, baru kemudian perdebatan ini berkembang lebih akademik tentang perkembangan kapitalisme di pedesaan. Yang menarik dan menyenangkan dari tradisi pemikiran kiri adalah selalu mencari penjelasan-penjelasan teoritik dari sejumlah fenomena yang berkembang sebelum merumuskan aksi.

Apa yang terjadi di Indonesia? Mengingat pemikiran Marx dan Lenin dalam hal ini komunisme sudah masuk di Indonesia pada awal abad 20 sejak masa kolonial dan menjadi cikal bakal atau pioner pergerakan kemerdekaan di Indonesia. Apakah perdebatan dan pemikiran itu mempunyai imbas serta terpraktekkan di Indonesia. Kalau iya bagaimana hasilnya?

Catatan selengkapnya klik disini.