Pengumuman Hasil Seleksi Peserta SAK 2019

0
167

Penyelenggara dan Tim Seleksi Sekolah Agraria Kritis (SAK) 2019 pada tanggal 5-7 November 2019 telah melaksanakan proses seleksi terhadap seluruh pendaftar. Kami menerima cukup banyak pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri – jauh melampaui ketersediaan tempat dan biaya.

Tim Seleksi telah menetapkan sekitar 20-25 peserta yang akan mengikuti program ini sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditetapkan. Kriteria utamanya adalah penilaian terhadap abstrak berisi ide penelitian dan tulisan tentang “sawit rakyat berkelanjutan”, serta informasi yang disampaikan melalui sejumlah dokumen yang disampaikan oleh pendaftar. Sejumlah abstrak yang kami terima dinilai layak untuk ditindaklanjuti, tapi Tim Seleksi harus memilih yang terbaik.

Berikut adalah nama-nama yang akan mengikuti Kelas Intensif SAK 2019.

1. A. Mappatunru (Polewali Mandar)

Topik riset: “Accumulation by Dispossession dalam Industri Sawit: Pembentukan Kelas dan Implikasinya Terhadap Sawit Rakyat di Desa Tobadak, Mamuju Tengah”

2. Akbar Habibie (Bandung)

Topik riset: “Telaah Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO): Masalah Sawit Rakyat Berkelanjutan dan Kelanjutan Masalah Sawit Rakyat

3. Anwar (Pinrang, Sulawesi Selatan)

Topik riset: “Transformasi Agraria dan Sawit Rakyat Berkelanjutan: Bagaimana Masyarakat Petani-Pekebun Rakyat Bertahan di masa Krisis dan Peluang Mereka di tengah Kebijakan Sawit Berkelanjutan”

4. Fajar Seto Narwiyono (Cimahi)

Topik riset: “Petani Sawit Rakyat dalam Merespons Moratorium Sawit dan Peremajaan Sawit Rakyat

5. Gregorio Laulasta Sitepu (Cimahi)

Topik riset: “Eksploitasi Lahan oleh Oligarki Daerah: Studi Kasus Peran Aktor Kuat Lokal dan Ekstraktivisme ‘Sawit Rakyat’ Daerah”

6. Henricus Maria Windy Prasetyo (Jakarta)

Topik riset: “Sawit Rakyat Berkelanjutan dalam Tinjauan Lanskap dan Keadilan Sosial”

7. Junarcia Molisna Naibaho (Jakarta)

Topik riset: “Kompleksitas Relasi Produksi Sawit Rakyat: Menyoal Konsentrasi dan Diferensiasi Kelas dalam Pengembangan Sawit Rakyat”

8. Kasiyono (Cilacap)

Topik riset: ”The Improvement of smallholder palm oil productivity and sustainability”

9. M. Rian Budiyanto Ramadhan (Cirebon)

Topik riset: “Dampak Multidimensi Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Terhadap Sawit Rakyat”

10. M. Izzudin Prawiranegara (Bogor)

Topik riset: “Dinamika Penguasaan Tanah dan Pengerahan Tenaga Kerja pada Kebun Sawit Rakyat ‘Mandiri’ di Kabupaten Mamuju”

11. Naufal (Makassar)

Topik riset: “Relation of Spatial Use and Spasial Awareness of Palm Oil with the Degradation and Forest Fragmentation in Eeast Sulawesi Province”

12. Noor Vita Anggraeni (Bandung)

Topik riset: “Perubahan Relasi Produksi dalam Koperasi Petani Sawit Rakyat Mandiri (Credit Union) di Sungai Buayan”

13. Nugroho (Merangin, Jambi)

Topik riset: “Dinamika Masyarakat Transmigran”

14. Nurul Aldha Mauliddina Siregar (Jakarta)

Topik riset: “Analisis Relasi Kuasa Intermediary dengan Petani Sawit Rakyat”

15. Sriwiyata Ismail Z. (Mamuju, Sulbar)

Topik riset: “Sustainable people-based palm oil at the ground level of global production network in West Sulawesi: Power relation and institutional context”

16. Syiqqil Arofat (Bogor)

Topik riset: “Dilema Rantai Pasokan Sawit Rakyat di tengah Persaingan Produksi dan Distribusi Komoditas Sawit”

17. Zulfi Saeful (Bandung)

Topik riset: “Pengelolaan Sawit Rakyat di atas Lahan Hasil Pendudukan”

18. Salome Felicia R. Weinmann (Kelheim, Jerman)

Topik riset: “Re-Peasantisation – The Agrarian Offspring Planting Seeds Hand in Hand”

19. Didi Rahmadi (Padang)

Topik riset: “Melihat Pendekatan Kebijakan dalam Petani Sawit Kecil”

20. Ricco Andreas (Bandar Lampung)

Topik riset: “Tantangan Menuju Sawit Rakyat Berkelanjutan: Resolusi Permanen Konflik Perkebunan Kelapa Sawit PT Bnil dengan Desa Transmigran Sejak 1986″

21. Rassela Malinda (Bengkulu)

Topik riset: “Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit PT Megakarya Jaya Raya di atas Tanah Adat Suku Auyu, Kampung Anggai, Papua”

23. Stanley Reynord Fatie (Fakfak, Papua Barat)

Topik riset: “Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit, Industri KEK dan Keberlangsungan Hidup Masyarakat Adat Moi Kabupaten Sorong, Papua Barat”