Domestifikasi Media: Seperti Apa Tamansari dan Kulon Progo di Mata Media?

0
157
©Ilham Satrio (Metaruang.com)

Tulisan ini bertujuan memetakan efek pemberitaan media atas pemberitaan kasus Tamansari melalui analisa framing yang dikolaborasikan dengan konsep aparatus. Aparatus ini sendiri adalah sebuah skema kekuasaan yang bertujuan menciptakan kepatuhan tanpa melalui kepentingan langsung; menggunakan serangkaian perangkat-perangkat heterogen yang terdiri dari wacana, institusi, bentuk arsitektur, statement ilmiah, keputusan regulasi, hukum, tindakan administratif, proposisi filosofis, moral, dan filantopis. Aparatus memiliki fungsi strategis merespons keadaan yang mendesak.

Tulisan ini hendak meneroka jalinan aparatus yang berkait kelindan dalam pemberitaan surat kabar online PR (Pikiran-Rakyat.com, red.) mengenai pembangunan Rumah Deret yang disertai penggusuran di Tamansari, Bandung. Surat kabar online dipilih dengan pertimbangan agar pembaca bisa dengan mudah mengklarifikasi asumsi-asumsi yang dibangun dalam tulisan. Berita di bawah adalah yang terhimpun di PR dengan tagline Tamansari. PR dipilih berdasarkan popularitasnya sebagai media regional yang bisa mengondisikan opini publik pembacanya dalam skala provinsi.

Baca lebih lanjut tulisan Yagus Prasetyo, salah satu punggawa Metaruang.com dan alumni Critical Agrarian Studies of Indonesia (CASI), di pranala berikut:

Yagus Prasetyo, “Domestifikasi Media: Seperti Apa Tamansari dan Kulon Progo di Mata Media?”, Metaruang.com, 3 Agustus 2018.